Arsip untukTak Berkategori

Redirect Halaman Secara Kompleks

:D
Buat dulu Databasenya :
create database simple_cms;
use simple_cms; create table user( id int(5) PRIMARY KEY auto_increment, username varchar(20), password varchar(50)); create table article (id int(5) PRIMARY KEY auto_increment, penulis varchar(20), judul varchar(200), isi text);

insert into user values (”, ‘admin’, md5(‘admin’)); insert into article values(”, ‘Asep Solihin’, ‘Kegantengan Abadi’, ‘Kegantengan abadi terpancar dari kekerenan sejati. Aura kegantengan selalu terpancar dari kerennya seseorang. Kadang banyak yang berpikir keindahan secara fisik itu melebihi dari segalanya. Kita tahu bahwa Tukul itu tidak ganteng, tapi setidaknya tolong hargai dia’), ( ”, ‘Asep Solihin’, ‘PHP is powerfull easy language… ‘, ‘Kekerenan PHP dalam menangani pengembangan Sistem Informasi Berbasis Website patut di acungi 4 jempol kaki dan tangan, kehebatannya melebihi Tukul yang tidak pandai menggaet i#a, wanita yang dia suka. Peace… Damai… ‘); :D

Selanjutnya, config.php :
<?php
$host = “localhost”;
$username = “root”;
$password = “”;
$database = “simple_cms” ;

$connect = mysql_connect($host, $username, $password);
mysql_select_db( $database , $connect) or die (“MySQL is Error!”);
?>

Kemudian, halaman login.php :

<html>
<head><title>Login Page…</title></head>
<body>
<form action=cek.php method=POST>
<table
border=0
bcolor=#DFDFDF><tr><td>username</td><td><input
type=text name=username></td></tr>

<tr><td>password</td><td><input type=password name=password></td></tr>
<tr><td></td><td><input type=submit name=submit value=submit></td></tr>
</table>
</form>
</body>
</html>

Selanjutnya, file cek.php, disinilah redirect kompleks halaman berada :

<?php
session_start();
require_once “config.php”;

if (ISSET($_POST['username']) && ISSET($_POST['password']) )
{
$username = $_POST['username'];
$password = md5($_POST['password']);
$session_halaman = $_SESSION['halaman'];

$cekuser = “select username, password from user where username = ‘$username’ and password = ‘$password’”;
$query_cekuser = mysql_query($cekuser);
$exist = mysql_num_rows($query_cekuser);

if ($exist >= 1)
{
$_SESSION['user'] = session_id();
header(“location: index.php?view=page&id=$session_halaman”);
}

else
{
header(“location: login.php”);
}

}

?>

Dan halaman index.php, untuk menampilkan artikelnya :

<?php
session_start();
require_once “config.php”;
if (!ISSET($_REQUEST['id']) )
{
$list_article = “select * from article”;
$query_list_article = mysql_query($list_article);
echo “<h3>Article Today</h3>”;
if (ISSET($_SESSION['user']))
{

echo “</p><b>Welcome back User</b>. Do you want
<a href=logout.php>logout</a> ? :D ~~ </p>”;

}


while ($showlist = mysql_fetch_array($query_list_article))
{
$id = $showlist['id'];
$penulis = $showlist['penulis'];
$judul = $showlist['judul'];
$isi = $showlist['isi'];
$panjangartikel = strlen($isi);
$isi_dipotong = substr($isi, 0, 60);
$isi_fix = substr($isi, 0, strrpos($isi_dipotong, ” “));
$isi_fix .= “…”;

echo “<b>$judul</b><br>
Oleh : $penulis<br>
<p>$isi_fix <a href=index.php?view=page&id=$id>selengkapnya</a></p>
<hr width=45% align=left>”;

}
}

else if (ISSET($_REQUEST['view']) && ISSET($_REQUEST['id']) )
{

$id = $_REQUEST['id'] ;
if (!ISSET($_SESSION['user']))
{
$_SESSION['halaman'] = $id ;
echo “Login dulu dong <a href=login.php>di sini</a>”;
}

else
{
$list_article = “select * from article where id = ‘$id’ “;
$query_list_article = mysql_query($list_article);

while ($showlist = mysql_fetch_array($query_list_article))
{
$id = $showlist['id'];
$penulis = $showlist['penulis'];
$judul = $showlist['judul'];
$isi = $showlist['isi'];

echo “<h3>Article Today</h3>”;
echo “<b>$judul</b><br>
Oleh : $penulis<br>
<p>$isi</p>
<hr width=100% align=left>”;

}

echo “<a href=index.php?view=page>Kembali…</a>”;
}

}

?>

Terakhir adalah, file logout.php :

<?php
session_start();
unset($_SESSION['user']);
session_destroy();
header(“location: index.php”);
?>

Hmmm.. panjang juga Scriptnya. :D

Saya coba jelaskan beberapa baris yang penting saja. Lihat ke halaman index.php, di situ terdapat baris
seperti ini  :

….
else if (ISSET($_REQUEST['view']) && ISSET($_REQUEST['id']) )
{

$id = $_REQUEST['id'] ;
if (!ISSET($_SESSION['user']))
{
$_SESSION['halaman'] = $id ;
echo “Login dulu dong <a href=login.php>di sini</a>”;
}

else if (ISSET($_REQUEST['view']) && ISSET($_REQUEST['id']) )
Ini berarti, jika user mengklik salah satu artikel di halaman index,

if (!ISSET($_SESSION['user']))
dan jika user belum login,

$_SESSION['halaman'] = $id ;
maka, rekam halaman yang akan dibuka, simpan halaman tersebut ke dalam variable session.

echo “Login dulu dong <a href=login.php>di sini</a>”;
Persilahkan user untuk login dulu.

Nah selanjutnya, jika user telah login maka artikel langsung di perlihatkan seluruhnya, seperti pada baris ini

….
else
{
$list_article = “select * from article where id = ‘$id’ “;
$query_list_article = mysql_query($list_article);

while ($showlist = mysql_fetch_array($query_list_article))
{
$id = $showlist['id'];
$penulis = $showlist['penulis'];
$judul = $showlist['judul'];
$isi = $showlist['isi'];

echo “<h3>Article Today</h3>”;
echo “<b>$judul</b><br>
Oleh : $penulis<br>
<p>$isi</p>
<hr width=100% align=left>”;

….

Kemudian untuk script cek.php

if (ISSET($_POST['username']) && ISSET($_POST['password']) )
Jika user telah mengisi password dan username,

….

$cekuser = “select username, password from user where username = ‘$username’ and password = ‘$password’”;
maka buat sebuah query yang akan menyeleksi apakah username dan passwordnya ada.

$query_cekuser = mysql_query($cekuser);
Jalankan querynya …

$exist = mysql_num_rows($query_cekuser);
Apakah username dan password yang dimasukkan tersebut ada dalam database?

if ($exist >= 1)
{
Jika ada,

$_SESSION['user'] = session_id();
maka buat session baru untuk user

header(“location: index.php?view=page&id=$session_halaman”);
Redirectkan
si user ke halaman yang dia tuju sebelumnya … Ya, disinilah letak
dari redirect kompleksnya. :D . Cukup manfaatkan saja session yang ada
untuk meredirect user ke halaman yang dituju.

}

else
{
header(“location: login.php”);
jika username dan password salah, persilahkan user untuk login ulang.

}

}
Untuk screenshoot demonya seperti ini :


Ini adalah halaman pertama kali


Ketika salah satu link akan diklik, maka user diperintahkan untuk login terlebih dahulu


Setelah login berhasil maka user secara otomatis langsung di redirect ke halaman tujuan yang awal.
Selamat mencoba.

Script tersebut dapat di download di sini
http://networkandgame.890m.com/ilmuwebsite/article/redir-complex-by-alk.zip

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori php kuliah dengan judul Redirect Halaman Kompleks

Keajaiban Glass Liquid

Artikel Iptek – Bidang Nano Teknologi dan Material


Kita tentu mengetahui bahwa Piramid di Mesir, Kuil Parthenon, dan Colosseum hingga saat ini masih bisa kita lihat bentuk bangunan aslinya. Kekuatan dan kokohnya bangunan tersebut tentu sangat menarik untuk dipelajari.

Bangunan, seiring dengan waktu akan semakin rapuh pula kekuatannya, karena pengaruh lingkungan. Tentu menjadi impian semua orang memiliki bangunan yang kuat, tahan lama, dan tahan terhadap api. Harapan-harapan tersebut bisa sedikit terjawab dengan ditemukannya glass liquid.

Glass liquid

Glass atau kaca yang kita temukan sehari-hari adalah material padat pada suhu kamar. Untuk mencairkannya diperlukan suhu sekitar 1400 derajat celcius. Tentu hal yang sulit untuk membuat glass dalam keadaan liquid pada suhu kamar. Tapi bagi Masatoshi Shioda, hal tersebut telah menjadi kenyataan setelah melewati penelitian selama sembilan tahun lamanya. Glass ini berbentuk cairan pada suhu kamar, sehingga dinamakan glass liquid. Sekilas jika dilihat dengan mata, serupa dengan air biasa, namun bila dikeringkan dalam mesin pengering dapat membentuk glass atau kaca.

Cairan ini dibuat dengan mencairkan quartz, yang selanjutnya dalam keadaan liquid atau cairan distabilkan, kemudian ditambahkan dengan sekitar 30 jenis enzim. Fungsi enzim ini adalah untuk menghambat partikel-partikel quartz untuk berikatan (menjadi padat) sehingga menyebabkan quartz tetap dalam keadaan cair.

Kayu tahan api

Kayu merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat rumah atau bangunan. Kayu memiliki sifat sangat mudah terbakar, sehingga jika terjadi kebakaran dapat dipastikan rumah tersebut hangus menjadi abu dan mampu merembet bangunan lainnya. Namun lain halnya jika kayu ini dilapisi dengan glass liquid, menyebabkan tahan api dan tidak mudah terbakar.

Untuk membuktikannya telah dilakukan percobaan dengan membakar miniatur rumah yang terbuat dari kayu. Satu miniatur rumah tanpa dilapisi dengan glass liquid, sedangkan yang lainnya dilapisi dengan glass liquid. Pada percobaan ini, kayu yang tanpa dilapisi glass liquid api dengan cepat membesar dan menimbulkan asap hitam, sedangkan kayu yang dilapisi glass liquid, api tidak membesar, bahkan apinya menjadi padam. Pada akhirnya kayu yang tidak dilapisi glass liquid menjadi abu, sedangkan yang dilapisi glass liquid tetap kokoh.

Pertanyaannya adalah mengapa glass liquid dapat menyebabkan kayu menjadi tahan api? Pada kayu banyak terdapat pembuluh silinder, jika pada kayu dilapisi glass liquid maka glass liquid ini akan menyerap dan menutupi bagian pembuluh-pembuluh tersebut sampai pada kedalaman sekitar lima milimeter. Penutupan pembuluh-pembuluh kayu akan mengubah kayu menjadi lapisan kaca sehingga membuat kayu menjadi tidak mudah terbakar. Seperti disebutkan dibagian awal tulisan ini bahwa untuk mencairkan kaca memerlukan suhu diatas 1400 1400 derajat celcius, sehingga dengan adanya glass liquid ini bangunan atau rumah yang terbuat dari kayu dapat terhindar dari kobaran api bila terjadi kebakaran.

Memperpanjang usia bangunan

Jepang memiliki pemecah gelombang laut yang terbuat dari konkrit untuk mencegah terjadinya gelombang tsunami. Biasanya konkrit untuk bangunan ini terletak pada kondisi lingkungan dingin, mudah terkena air laut, dan sinar ultraviolet yang sangat kuat. Pada lokasi ini pula dilakukan percobaan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh glass liquid terhadap kekuatan konkrit.

Konkrit dari pemecah gelombang laut yang dibangun satu tahun lalu, dengan mudahnya terkena air laut sehingga membuat permukaan konkrit menjadi terkorosi dan mudah terkelupas. Namun konkrit yang telah dilapisi dengan glass liquid tidak ditemukan adanya korosi.

Mengapa ketahanan konkrit meningkat? Pada konkrit terdapat banyak rongga kosong, dengan dilapisi glass liquid, akan menutupi rongga kosong tersebut dan kemudian akan terbentuk lapisan kaca. Sehingga air laut dan gas CO2 yang merupakan penyebab terjadinya korosi pada konkrit dapat dicegah.

Konkrit yang digunakan saat ini memiliki masa durability sekitar 50 tahun. Adanya lapisan kaca pada konkrit membuat masa durability konkrit menjadi lebih tinggi, diperkirakan mencapai 200 tahun. Selain itu penggunaan glass liquid ini sangat ramah lingkungan, tidak ada efek samping dan bahaya yang ditimbulkan. Hingga saat ini penggunaan glass liquid ini sudah meluas diberbagai kawasan di Jepang, misalnya terowongan di Hokkaido.

Glass liquid vs Asbes

Asbes merupakan bahan berbahaya bila dipakai pada sebuah bangunan. Serabut asbes apabila terbang diudara sangatlah berbahaya karena bisa mengakibatkan kanker paru-paru pada penghirupnya. Saat ini, pemakaian asbes pada bangunan sudah dilarang diseluruh Jepang mengingat bahaya yang ditimbulkan. Namun diyakini pemakaian asbes di Jepang masih tersisa dibeberapa bangunan.

Saat ini, cara penguraian asbes ada dua cara, yaitu dengan memerangkap pada pelarutnya atau melebur pada suhu tinggi. Tentu kedua cara ini tidaklah gampang dan memerlukan biaya yang cukup mahal.

Pemakaian glass liquid dengan cara menyemprotkan pada asbes, akan terbentuk lapisan kaca dan menutupi lapisan serabut asbes sehingga serabut asbes mengeras (10 jam berikutnya akan menjadi keras secara sempurna). Hal ini menyebabkan serabut-serabut asbes tidak terbang di udara bebas. Cara ini sangatlah mudah dan hanya tidak memerlukan biaya mahal. Selain itu asbes yang yang sudah mengeras ini bisa diolah lebih lanjut menjadi bahan yang tahan api mencapai suhu 1200 derajat celcius.

Walaupun cara ini belum dijadikan cara resmi pemerintah Jepang dalam penanganan asbes, bukan tidak mungkin cara ini akan menjadi cara resmi mengingat begitu banyak manfaat dan keuntungan yang diberikan oleh glass liquid ini.

Penemuan glass liquid ini memberikan dampak besar dalam industri kontruksi karena mampu meningkatkan kualitas konkrit dan membuat bangunan yang terbuat dari kayu menjadi tidak mudah terbakar. Apabila diterapkan di industri konstruksi Indonesia akan membawa dampak positif, bangunan menjadi kuat, jalan tidak mudah rusak, dan pada akhirnya diharapkan dapat menghemat anggaran negara dalam pembangunan sarana transportasi publik. Wallahu alam bishawwab.

Ketika Pulau Batu Puteh Diperebutkan

Artikel Iptek

Sengketa perebutan pulau nampaknya menjadi kasus yang populer belakangan ini. Tahun ini Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) juga memutuskan kasus sengketa pulau yaitu antara Nicaragua dan Honduras dan kasus antara Nicaragua dan Colombia. Bulan lalu, giliran Malaysia berhadapan dengan Singapura untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan Pulau Batu Puteh (atau Pedra Branca), Middle Rocks, dan South Ledge. Ketiga pulau/karang ini sudah menjadi sengketa selama kurang lebih 28 tahun. Kedua negara sepakat membawa kasus ini ke ICJ setelah negosiasi bilateral menemui jalan buntu.

Bagi masyarakat Indonesia, sengketa pulau ini tentu saja mengingatkan sebuah cerita tidak menyenangkan lima tahun lalu. Indonesia tidak berhasil meyakinkan ICJ akan kepemilikannya atas Sipadan dan Ligitan sehingga kedua pulau itu akhirnya menjadi milik Malaysia. Meskipun ini bisa dicatat sebagai rapor merah diplomasi Indonesia, harus dipahami bahwa Indonesia sesungguhnya tidak pernah kehilangan pulau. Sipadan dan Ligitan adalah dua pulau tak bertuan yang akhirnya berhasil dimiliki oleh Malaysia setelah kedua negara sama-sama menyatakan klaimnya.

Seperti terlihat pada Gambar 1, Pulau Batu Puteh terletak di sebelah timur Singapura sejauh lebih kurang 45 km. Pulau ini berada pada koordinat 1コ 19′ 48″ LU dan 104 コ 24′ 28″ BT sejauh 14 km di sebelah selatan Malaysia dan sekitar 13 km di sebelah utara Pulau Bintan (Indonesia). Sengketa atas pulau ini merupakan salah satu alasan belum disepakatinya batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura di perairan sekitar pulau tersebut

Sementara itu, Singapura telah mengoperasikan mercusuar Horsburgh di pulau tersebut sejak 1851 ketika Inggris masih berkuasa di kawasan itu. Meski demikian, keberadaan mercusuar itu nampaknya tidak secara otomatis membuat kedaulatan atas pulau tersebut ada pada Singapura. Dibawanya kasus ini ke ICJ mengindikasikan hal ini.

Selama proses dengar pendapat (hearing) di ICJ, Malaysia dan Singapura sama-sama mengemukakan argumen untuk meyakinkan mahkamah. Keduanya menegaskan kepemilikannya atas ketiga pulau/karang tersebut berdasarkan rantai kepemilikan (chain of title) yang didukung cerita turun temurun dan juga penguasaan efektif (effective occupation).

Dalam pandangan Singapura, adanya mercusuar yang dikelola Singapura merupakan indikasi adanya penguasaan efektif atas pulau tersebut yang secara teoritis menguatkan klaim Singapura. Meski demikian, Malaysia sendiri menyangkal hal ini karena pendirian mercusuar di pulau tersebut adalah atas ijin dari Malaysia (Johor) sebagai pemilik pulau tersebut. Menurut Malaysia, keberadaan mercusuar sama sekali tidak terkait kedaulatan melainkan murni untuk kepentingan navigasi. Dengan kata lain, kepemilikan pulau tersebut sudah jelas sebelum didirikannya mercusuar. Pembaca dapat menyimak argumentasi masing-masing negara yang didokumentasikan secara rapi di website ICJ, www.icj-cij.org.

Sementara itu, Indonesia sesungguhnya tidak terkait langsung dengan sengketa kepemilikan pulau ini. Meski demikian, keputusan atas kasus ini akan bepengaruh bagi Indonesia sebagai tetangga terdekat. Hal ini terutama karena Indonesia sendiri belum menuntaskan penetapan dan penegasan batas maritim dengan kedua negara tersebut di sekitar kawasan sengketa. Keputusan ini akan mempengaruhi masa depan perundingan batas maritim antara ketiga negara.

Indonesia sudah menyepakati batas landas kontinen (dasar laut) dengan Malaysia tahun 1969 dan batas laut territorial tahun 1973 dengan Singapura. Batas maritim ini masih belum tuntas untuk kawasan sekitar Pulau Batu Puteh yang memerlukan negosiasi lanjutan. Titik awal garis batas dengan Malaysia (P11 pada Gambar 1) berada pada koordinat 01コ 23′.9 LU dan 104コ 29′.5 BT, lebih kurang 12 km di timur laut Pulau Batu Puteh. Garis batas ini mengarah ke utara menuju Laut China Selatan. Sedangkan ujung timur garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura (P6 pada Gambar 1) berada di koordinat 01コ 16′ 10″,2 LU dan 104コ 02′ 00″,0 BT, sekitar 42 km di sebelah barat daya Pulau Batu Puteh.

Nampak bahwa kedua garis batas maritim tersebut di atas masih belum tuntas karena ketidakjelasan kepemilikan (kedaulatan) atas Pulau Batu Puteh, Middle Rock dan South Ledge. Oleh karena itu, keputusan perihal kepemilikan ketiga pulau/karang tersebut akan sangat menentukan. Kejelasan kepemilikian pulau tersebut akan berpengaruh pada negosiasi batas maritim di masa depan. Strategi yang dipakai Indonesia untuk menghadapi Malaysia tentu akan berbeda dengan strategi untuk menghadapi Singapura.

Siapapun yang akan berhak atas pulau/karang tersebut, perlu diingat bahwa pulau/karang tersebut, menurut Konvensi PBB tentang Humul Laut (UNCLOS 1982), berhak mengklaim yurisdiksi maritim termasuk landas kontinen hingga 350 mil laut (setara 648 km) atau lebih. Hal ini tentu saja merupakan salah satu pertimbangan dalam negosiasi batas maritim di masa depan.

Negara manapun yang akan memiliki pulau itu, ketiga negara bertetangga ini perlu suatu ketika duduk bersama untuk menentukan titik temu tiga (tri-junction point) yang merupakan pertemuan antara garis batas antara ketiga negara. Di saat inilah trilateral negotiation akan memegang perangan yang sangat menentukan.

Secara umum, kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian kasus kepemilikan Pulau Batu Puteh, Middle Rock, dan South Ledge antara Malaysia dan Singapura juga merupakan faktor penting untuk mempercepat penyelesaian sengketa batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Bagi Indonesia, penyelesaian kasus ini menjadi pemicu positif penyelesaian delimitasi batas maritim dengan sepuluh negara tetangga. Dengan tuntasnya elimitasi batas maritim, hak dan kewajiban terkait pengelolaan laut tentunya menjadi lebih jelas sehingga konflik maritim internasional bisa dikurangi.

Kini dunia sedang menunggu penyelesaian kasus ini oleh ICJ. Akankah Malaysia mengulang suksesnya seperti Sipadan dan Ligitan lima tahun lalu? Mari kita lihat sambil bersiap-siap untuk merundingkan batas maritim dengan Malaysia maupun Singapura.

Mikroskop dan Teknologi Nano

Artikel Iptek
Scanning Probe Microscope (SPM)
Scanning probe microscope, yang sering disingkat dengan nama SPM, adalah generasi baru mikroskop sesudah mikroskop elektron. SPM mempunyai kualitas yang menakjubkan, yaitu resolusi tinggi baik pada arah horisontal maupun vertikal sehingga memungkinkan untuk melihat struktur sekecil atom. Apa itu resolusi? Resolusi adalah seberapa pendek jarak antara 2 titik berdekatan yang bisa dilihat oleh mikroskop. Itulah sebabnya, resolusi merupakan parameter penting yang menentukan kualitas mikroskop. Mikroskop elektron mempunyai resolusi yang tinggi secara horizontal, tetapi resolusinya rendah pada arah vertical. Sedangkan pada dunia level atom, atom sendiri berdimensi tiga (koordinat X, Y dan Z), sehingga untuk observasi pada level atom diperlukan resolusi tinggi baik pada arah horizontal maupun vertikal. Nah, disinilah letak kelebihan SPM dibanding mikroskop elektron.SPM mulai dilirik dan dikembangkan oleh para ilmuwan sejak ditemukannya SNOM (Scanning Near-filed Optical Microscope) pada tahun 1972. Meskipun saat itu struktur dengan ukuran level atom belum bisa dilihat, tetapi ide teknologi scanning sendiri menjadi teknologi baru yang unik dan menarik. Berita yang menggemparkan dunia sains hasil dari pengembangan teknologi ini adalah ketika deretan atom silicon benar-benar terlihat dengan mikroskop jenis ini, yaitu oleh dua ilmuwan dari IBM (Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer) pada tahun 1982. Sesuai dengan prinsip kerjanya, yaitu bekerja atas dasar kontrol lompatan arus listrik (tunnel current) antara sampel dan cantilever (tip), mikroskop ini kemudian diberi nama Scanning Tunneling Microscope, atau sering disingkat STM. Atas prestasinya ini, penemu STM ini mendapatkan penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986.

Generasi sesudah STM yang tidak kalah popular adalah Atomic Force Microscope (AFM) yang bekerja atas dasar kontrol gaya antar atom di permukaan sampel dan cantilever. AFM dikembangkan oleh Binnig, Quate dan Gerber pada tahun 1986. Tahun 1992, SNOM mengalami kemajuan dahsyat dalam resolusinya yang mencapai seper 40 panjang gelombang cahaya.

SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda baik kalau dilihat dari jenis mikroskop SEM (Scanning Electron Microscope) maupun TEM (Transmission Electron Microscope). Prinsip kerja SPM adalah dengan mendeteksi tunnel current (arus listrik yang sangat lemah disebabkan lompatan elektron antara sampel dan cantilever) atau gaya antar atom (gaya tarik/tolak), kemudian bersamaan dengan kontrol parameter tersebut agar selalu konstan, permukaan sampel discan untuk melihat struktur bersekala atom. Dengan metode ini, SPM mempunyai resolusi yang tinggi baik pada arah horizontal maupun vertikal. Sekarang, SPM telah banyak sekali mengalami pengembangan, yang tidak hanya untuk melihat morfologi permukaan, tetapi juga bisa untuk mendeteksi medan magnet, potensial dan parameter fisika lainnya di permukaan sampel. Itulah sebabnya, mikroskop tipe ini banyak diaplikasikan dalam riset teknologi nano.

Penulis adalah staf P3TM BPPT, aktif juga sebagai peneliti di ISTECS (Institute for Science and Technology Studies) bidang kajian Nanoteknologi, dan menjabat sebagai Ketua ISTECS chapter Jepang.

Halo Dunia Apa Kabar!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!